Arsip untuk Agustus, 2006

Sepuluh (10) Kepribadian Orang Sukses

Jumat, 25 Agustus, 2006

oleh Charly Buchari

“The best way to predict the future is to create it.” – Alan Kay 

Suatu kesuksesan memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur. Beberapa dari kita meyakini, bahwa kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu. Ada sebagian lagi mewujudkan kesuksesan sebagai sebuah predikat penghargaan dari kolega dan khalayak atas prestasinya. Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa kesuksesan merupakan pencapaian impian melalui sebuah proses terstruktur dan terencana. Contohnya, si A mendefinisikan sukses jika dia mampu mencapai manajer pemasaran di tempat kerjanya. Usaha untuk “memuluskan” kesuksesan tersebut, A memutuskan untuk belajar kembali di institusi pendidikan S2 dan mengikuti beberapa seminar pemasaran. Tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan sikap pribadinya. Bentuk material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus dipersiapkan, lalu perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian kesuksesan itu sendiri. 

Merujuk kepada Jennie S. Bev yaitu seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator bertempat tinggal di San Francisco Bay Area dan merupakan seorang Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim “ketat” Amerika. Beliau mengedepankan 10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses. Sepuluh sikap itu adalah sebagai berikut: 

Satu, keberanian untuk berinisiatif. Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang! Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif. Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya. 

Dua, tepat waktu. Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita. 

Tiga, senang melayani dan memberi. Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja! Tetapi, setidaknnya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.  

Empat, membuka diri terlebih dahulu. Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka. Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan? 

Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik. Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru. Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar. 

Enam, senang mempelajari hal-hal baru. Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan. 

Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.” Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik). 

Delapan, berani menanggung resiko. Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat. 

Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat). Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya. Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut. 

Sepuluh, “comfortable in their own skinMenutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri. Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan. Siap untuk sukses? Sampai bertemu lagi di puncak gunung kesuksesan!

Word Of Mouth/Buzz Marketing

Kamis, 10 Agustus, 2006

Beberapa dekade belakangan ini, cukup banyak inovasi dan sistem baru pemasaran yang digunakan beberapa institusi ataupun perorangan. Inti dari pemasaran yang ada adalah bagaimana membuat barang atau jasa yang dijual dapat diketahui oleh target pasar, dan sangat jamak banyak produsen barang atau jasa mengiklankan dan mempromosikan di media yang dapat dilihat secara massal seperti televisi, radio, koran, majalah dan lainnya. Produsen “berharap” banyak orang yang melihat dan memperhatikan “ajakan” tersebut, dengan penuh-sesaknya iklan menuntut mereka untuk menghasilkan sebuah iklan yang eye-catching yang pada akhirnya mengajak target pasar mereka untuk membeli atau memanfaatkan produk mereka.Tulisan advetorial atau article-like advertisement adalah sebuah metode lain yang belakangan muncul. Sering kali kita membaca sebuah media dimana terdapat sebuah kolom yang berupa artikel dimana menjelaskan sebuah fenomena yang sedang trend ataupun sebuah cara hidup yang baik dan pada ujung-ujungnya dengan jelas menyebutkan bahwa produk atau jasa merekalah yang memenuhi kriteria tersebut. Tidak eye-catching? Tidak juga. Buktinya karena judul yang menarik dan terlihat sebagai sebuah berita atau artikel, banyak pembaca yang “terhanyut” kepada artikel tersebut. Ini juga didukung oleh rasa “bosan” dengan iklan-iklan yang terus muncul di setiap halaman dan membuat pembaca mengabaikan iklan-iklan tersebut dan memfokuskan kepada artikel atau kolom tertentu saja. 

Make a buzz!Di Yogyakarta, foto copy merupakan sebuah jasa yang cukup ramai apalagi jika berada di lingkungan kampus, seperti halnya mahasiswa lain saya pernah memfoto-copy materi di sebuah agen foto copy di dekat kampus. Sembari menunggu, saya memperhatikan tulisan-tulisan ataupun gambar yang menempel di dinding ruang kerja foto copy tersebut. Di sebuah tulisan yang cukup besar di satu sisi dinding menuliskan: “Jika anda puas katakan kepada orang lain, dan jika anda tidak puas katakan kepada kami.” Sederhana ya, mungkin kita juga sering melihatnya ya. Dari rangkaian kata-kata tersebut banyak interpretasi orang terhadapnya tetapi secara sederhana dan paling umum juga diinginkan oleh penyedia jasa adalah katakanlah kepada orang lain bahwa jasa foto copy kami lebih baik dari yang lain, jika anda tidak merasa sama atau lebih buruk dari yang lain maka beritahu kepada kami apa yang kurang.Ini adalah metode luar biasa! Selain konsumen berperan sebagai penikmat jasa atau produk, tetapi juga menjadi seorang agen pengiklan dan tenaga marketing gratis bagi jasa mereka. Selain itu mereka juga menjadi seorang free-of-charge advisor yang tentunya mempermudah produsen mengetahui kekurangan jasa atau produk mereka di mata pelanggan. Konsep ini diadopsi oleh industri-industri barang atau jasa yang lebih besar untuk memasarkan produk atau jasa mereka, yang tentunya dengan inovasi dan ide-ide yang lebih brilian.Hampir semua industri tidak menampikkan untuk mengimplementasikan konsep tersebut, dan menempatkannya sebagai salah satu metode marketing mereka selain metode lainnya. Dan tidak jarang menyebutkan bahwa ini adalah metode utama mereka. Pernah mendengar J.CO donuts and Coffee, Dapur Cokelat, Burger Blenger dan Roti Boy? Awal “kebesaran” mereka adalah word of mouth atau buzz marketing. Pelanggan menjadi advisor dan juga pemasar bagi calon konsumen lainnya. Setiap produk atau jasa yang diberikan dikemas dalam sebuah cerita! Betul hanya sebuah cerita! Cerita bahwa produk ini unik dan pantas dan cocok bagi target pasar. Mungkin kita mendengar cerita bahwa Burger Blenger dikemas dengan harga yang “pas” dan lebih lagi nyaman di lidah dan perut, J.Co donuts adalah donat premium yang tidak sama dengan donat lainnya, Starbucks adalah tempat yang nyaman dan ekslusif untuk minum kopi, Circle-K adalah toko 24 jam yang memberikan kenyamanan bagi siapa saja, Ayam Ny Suharti dengan resep nenek-moyang dan banyak cerita lainnya. Cerita-cerita ini begitu hebat dan membuat konsumen tertarik untuk mencoba bahkan “terperangkap” atas cerita itu sendiri.Sebuah artikel di majalan MIX edisi 07/III/20 Juli-20 Agustus 2006 menyampaikan beberapa kiat sederhana untuk menunjang sistem pemasaran word of mouth atau buzz marketing ini, ada tiga langkah utama untuk menerapkan sistem pemasaran ini yaitu sebagai berikut:·        Create a story. Syarat utama untuk membuat produk kita menjadi pembicaraan adalah bagaimana menciptakan sebuah cerita yang menarik tentang produk atau usaha kita. Cerita menarik tersebut bisa berupa tentang sejarah dan ide munculnya produk, proses pembuatan produk, sang pembuat produk atau pemilik dan atau keunikan produk.·        Share the story. Cerita yang menarik akan menjadi percuma saat tidak bisa didengar dan diketahui oleh banyak orang. Untuk itu, buat beberapa medium yang memungkinkan pelanggan yang mengetahui cerita tersebut untuk menceritakannya kepada orang lain. Contoh sederhana adalah dengan membuat kemasan, kantong plastik, goody bag dan sebagainya yang bisa digunakan pelanggan berulang-ulang dan menarik perhatian.·        The best buzzer is your employee. Jangan lupakan karyawan sebagai pelanggan pertama yang paling berpotensi dan dipercaya. Ingatkan selalu kepada karyawan untuk menceritakan tentang produk dan merek yang dijual kemanapun mereka pergi. Cara sederhana adalah dengan membekali mereka seragam, tas, dan berbagai peralatan yang bisa membuat mereka menjadi iklan berjalan. 

Konsistensi dan disiplin memang kunci dari segala banyak keberhasilan dan kesuksesan, tidak terkecuali untuk sistem pemasaran ini. Dengan menyandingkan beberapa sistem peasaran dengan sistem ini, diharapkan dapat memberikan hasil maksimal bagi produsen dan tentunya juga tidak “mengacuhkan” kebutuhan konsumen. Bbbbbuuuuuuuzzzzzzzzzzzzzzzzzz….. prepare your buzz!