Oleh: Charly Buchari
Any change, even a change for the better, is always accompanied by drawbacks and discomforts –Arnold BennetIf we don’t change, we don’t grow. If we don’t grow, we aren’t really living – Gail Shenny
Sebagaimana dengan diskusi sebelumnya, kita telah melihat bahwa kemenangan sebuah tim pada ajang Piala Dunia 2006 di Jerman kemarin—secara statistika—umumnya ditentukan oleh banyaknya shoot, shoot on goal dan ball possession. Setelah melihat kembali, muncul sebuah pertanyaan iseng namun cukup bermanfaat jika ditinjau lagi yaitu tentang elemen apa yang paling menentukan kemenangan tim dari ketiga elemen tersebut, apakah shoot, shoot on goal atau ball possession? Mungkin implementasi kepada kehidupan kita adalah sikap apa yang paling perlu kita tonjolkan untuk memperbesar peluang kita untuk mengatasi masalah dan keadaan buruk yang menunggu di depan kita, apakah kita harus memposisikan lebih banyak mencoba dengan cara apa saja, memperbanyak cara “cerdas” atau menyediakan waktu lebih lama untuk “menguasai” permasalahan?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis telah melakukan sebuah uji statistika yaitu bernama uji korelasi nonparametrik dengan memanfaatkan metode Kendall’s tau-b dengan menggunakan aplikasi SPSS ver 13.0 terhadap 51 pertandingan yang menghasilkan hasil ekstrim yaitu menang dan kalah, jadi tidak memasukkan pertandingan yang berhasil akhir seri. Dari 51 pertandingan tersebut, dicatat seluruh shoot, shoot on goal, dan ball possession apakah lebih banyak, sama atau lebih sedikit untuk setiap status yaitu menang dan kalah. Dengan kata lain, untuk status tim menang dicatat apakah shoot, shoot on goal dan ball possession tim menang lebih banyak, sama atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan tim kalah. Demikian juga untuk perlakuan tim yang kalah atau status kalah dibandingkan dengan tim menang. Untuk summary hasil uji statistika dan penjelasan angka pada uji tersebut dapat dilihat berikut ini:
Nonparametric Correlations
| shoot | Shoot on goal | Ball possession | status | |||
| Kendall’s tau_b | Shoot | Correlation coeff
Sig. (2-tailed) N |
1
.000 .102 |
.711
.000 102 |
.478
.000 102 |
.492
.000 102 |
| Shoot on goal | Correlation coeff
Sig. (2-tailed) N |
.711
.000 102 |
1
.000. 102 |
.339
.000 102 |
.671
.000 102 |
|
| Ball Possession | Correlation coeff
Sig. (2-tailed) N |
.478
.000 102 |
.339
.000 102 |
1
.000 .102 |
.199
.038 102 |
|
| Status | Correlation coeff
Sig. (2-tailed) N |
.492
.000 102 |
.671
.000 102 |
.199
.038 102 |
1
.000. 102 |
|
· Angka korelasi antara status dengan shoot adalah +0,492 dengan signifikansi 0,000. Ini berarti menang atau kalah sebuah tim bergantung kepada jumlah shoot yang dilakukan, jika lebih banyak shoot yang dilakukan berarti kemungkinan menang akan lebih banyak. Signifikansi 0,000 yang lebih kecil daripada 0,05 berarti hubungan tersebut benar-benar signifikan. Sedangkan angka korelasi 0,492 merupakan nilai kekuatan korelasinya, karena nilainya hampir mendekati 0,5 berarti korelasinya cukup.
· Angka korelasi antara status dengan shoot on goal adalah +0,671 dengan signifikansi 0,000. Ini berarti menang dan kalah sebuah tim sangat bergantung kepada jumlah shoot on goal yang dilakukan. Semakin banyak shoot on goal yang terjadi semakin besar kemungkinan menang sebuah tim. Angka korelasi 0,671 yang lebih besar dari 0,5 berarti memiliki kekuatan korelasi kuat dan angka signifikansi 0,000 yang masih dibawah 0,05 berarti angka tersebut benar-benar signifikan.
· Angka korelasi antara status dengan ball possession adalah +0,199 dengan signifikansi 0,038. Ini berarti menang dan kalah sebuah tim bergantung pada lamanya tim ”memegang” bola, Semakin lama berarti semakin memperbesar peluang menang. Angka korelasi 0,199 jauh lebih kecil dari 0,5 berarti kekuatan korelasinya tidaklah begitu besar sedangkan angka signifikansi 0,038 yang masih di bawah 0,05 menunjukkan kekuatan korelasi tersebut ada namun tidak begitu signifikan.
Kesimpulan dari uji tersebut menunjukkan bahwa shoot on goal menempati korelasi paling besar atas kemenangan sebuah tim. Dengan memperbesar peluang shoot on goal berarti peluang kemenangan akan lebih besar, dan sebaliknya jika peluang ini lebih rendah mengindikasikan kemenangan akan tidak lebih mudah untuk didapatkan.
Kerja Cerdas itu lebih baik
Statistika menunjukkan shoot, shoot on goal dan ball possession dapat memiliki hubungan positif untuk meningkatkan peluang kemenangan sebuah tim. Jika ditilik lebih lanjut, ternyata shoot on goal merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap menang-kalahnya sebuah tim jika dibandingkan dengan 2 faktor lainnya. Posisi kedua ditentukan oleh shoot dan terakhir oleh ball possession. Secara analogis kita bisa melihat bahwa menerapkan penyelesaian yang mengarah ke sumber “masalah” merupakan sebuah langkah paling efektif untuk memperbesar kemungkinan mengatasi masalah, selanjutnya diikuti dengan banyaknya cara yang dilakukan tanpa melihat apakah itu mengena kepada sumber masalah atau tidak dan yang terakhir bergantung kepada waktu yang diperlukan untuk “menguasai” dan dipakai untuk mengatasi masalah.Aha! Rupanya cukup sederhana untuk menyelesaikan masalah ya, kita seyogyanya harus menemukan apa yang menjadi “sumber” utama atas hambatan yang dihadapi dalam mencapai tujuan kita. Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treat) mungkin salah satu tool paling umum yang kita jumpai untuk menganalisa primary source of problem.Setelah mampu menganalisa dan menentukan sumber masalah, kita perlu untuk menyusun bermacam alternatif cara efektif dan mengarah kepada sumber masalah tersebut. Semakin banyak alternatif cara efektif diharapkan akan memperbesar peluang keberhasilan. Analisa SWOT diri dan sumber daya diri (resources) akan juga banyak membantu dalam menerapkan cara ini.Semua langkah ini merupakan gambaran umum dan makro atas manifestasi kerja cerdas, sesuai dengan falsafah sepakbola “tidak ada yang pasti di dalam sepakbola.” Banyak hal yang mempengaruhi sebuah keberhasilan dan kemenangan, tetapi setidaknya faktor tersebut merupakan umumnya yang menentukan sebuah kemenangan, jadi dengan belajar kepada sepakbola bahwa kerja cerdas merupakan faktor yang umumnya menentukan sebuah keberhasilan menghadapi masalah dan situasi buruk dan tentunya ditunjang faktor penentu lainnya. Siap untuk menang? Mari kerja cerdas dengan shot on goal! Gooooooooll……….!